Showing posts with label Mata Kuliah Sistem Informasi. Show all posts
Showing posts with label Mata Kuliah Sistem Informasi. Show all posts

Aspek Bisnis – Model Pengembangan Profesi

Pengembangan bisnis diperlukan beberapa aspek yang berkenaan dengan bisnis yang akan dikembangkan. Berikut ini beberapa materi mengenai aspek bisnis sampai dengan pengembangan bisnis yang perlu diketahui oleh calon pembisnis diantara teman-teman.

Pengertian Bisnis
Bisnis adalah suatu organisasi yang menjual barang atau jasa kepada konsumen atau bisnis lainnya, untuk mendapatkan laba. Secara historis kata bisnis dari bahasa Inggris business, dari kata dasar busy yang berarti “sibuk” dalam konteks individu, komunitas, ataupun masyarakat. Dalam artian, sibuk mengerjakan aktivitas dan pekerjaan yang mendatangkan keuntungan. Dalam ekonomi kapitalis, dimana kebanyakan bisnis dimiliki oleh pihak swasta, bisnis dibentuk untuk mendapatkan profit dan meningkatkan kemakmuran para pemiliknya. Pemilik dan operator dari sebuah bisnis mendapatkan imbalan sesuai dengan waktu, usaha, atau kapital yang mereka berikan. Namun tidak semua bisnis mengejar keuntungan seperti ini, misalnya bisnis koperatif yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan semua anggotanya atau institusi pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Model bisnis seperti ini kontras dengan sistem sosialistik, dimana bisnis besar kebanyakan dimiliki oleh pemerintah, masyarakat umum, atau serikat pekerja.

Aspek Bisnis – Model Pengembangan Profesi
Aspek Bisnis – Model Pengembangan Profesi
Sumber (http://google.co.id)

Aspek – Aspek Bisnis
Aspek-aspek bisnis adalah sebagai berikut:
  • Kegiatan individu dan kelompok
  • Penciptaan nilai 
  • Penciptaan barang dan jasa 
  • Keuntungan melalui transaksi 
  • Karakteristik Sistem Bisns
    Karakteristik Sistem Bisnis Karakteristik dari system dalam bisnis di antaranya:
    • Kompleksitas dan keanekaragaman 
    • Saling ketergantungan 
    • Perubahan daninovasi
Pengertian Profesi
Organisasi profesi merupakan organisasi yang anggotanya adalah para praktisi yang menetapkan diri mereka sebagai profesi dan bergabung bersama untuk melaksanakan fungsi-fungsi sosial yang tidak dapat mereka laksanakan dalam kapasitas mereka seagai individu.

Pengertian Profesi Menurut Para Ahli 
  1. Winsley (1964)
    Profesi adalah suatu pekerjaan yang membutuhkan badan ilmu sebagai dasar untuk pengembangan teori yang sistematis guna menghadapi banyak tantangan baru, memerlukan pendidikan dan pelatihan yang cukup lama, serta memiliki kode etik dengan fokus utama pada pelayanan.
  2. Schein E. H (1962)
    Profesi merupakan suatu kumpulan atau set pekerjaan yang membangun suatu set norma yang sangat khusus yang berasal dari perannya yang khusus di masyarakat.
  3. Hughes,E.C ( 1963 )
    Profesi merupakan suatu keahlian dalam mengetahui segala sesuatu dengan lebih baik dibandingkan orang lain (pasien).
Organisasi Profesi
Terdapat beberapa organisasi profesi antara lain:
  1. ACM (Association for Computing Machinery)
    ACM (Association for Computing Machinery) atau Asosiasi untuk Permesinan Komputer adalah sebuah serikat ilmiah dan pendidikan komputer pertama di dunia yang didirikan pada tahun 1947. Anggota ACM sekitar 78.000 terdiri dari para profesional dan para pelajar yang tertarik akan komputer. ACM bermarkas besar di Kota New York. ACM diatur menjadi 170 bagian lokal dan 34 grup minat khusus (SIG), di mana mereka melakukan kegiatannya. SIG dan ACM, mensponsori konferensi yang bertujuan untuk memperkenalkan inovasi baru dalam bidang tertentu. Tidak hanya mensponsori konferensi, ACM juga pernah mensponsori pertandingan catur antara Garry Kasparov dan komputer IBM Deep Blue. 
  2. IEEE (Institute of Electrical and Electronics Engineers)
    IEEE adalah organisasi internasional beranggotakan para insinyur dengan tujuan untuk mengembangan teknologi untuk meningkatkan harkat kemanusiaan. Sebelumnya IEEE memiliki kepanjangan yang dalam Indonesia berarti Institut Insinyur Listrik dan Elektronik (Institute of Electrical and Electronics Engineers). Namun kini kepanjangan itu tak lagi digunakan, sehingga organisasi ini memiliki nama resmi IEEE saja. IEEE adalah sebuah organisasi profesi nirlaba yang terdiri dari banyak ahli di bidang teknik yang mempromosikan pengembangan standar-standar dan bertindak sebagai pihak yang mempercepat teknologi-teknologi baru dalam semua aspek dalam industri danrekayasa (engineering), yang mencakup telekomunikasi, jaringan komputer, kelistrikan,antariksa, dan elektronika.
Ciri-ciri Organisasi Profesi
Secara umum ada 3 ciri yang disetujui oleh banyak penulis sebagai ciri sebuah profesi. Adapun ciri itu ialah:
  1. Sebuah profesi mensyaratkan pelatihan ekstensif sebelum memasuki sebuah profesi. Pelatihan ini dimulai sesudah seseorang memperoleh gelar sarjana. Sebagai contoh mereka yang telah lulus sarjana baru mengikuti pendidikan profesi seperti dokter, dokter gigi, psikologi, apoteker, farmasi, arsitektut untuk Indonesia. Di berbagai negara, pengacara diwajibkan menempuh ujian profesi sebelum memasuki profesi.
  2. Pelatihan tersebut meliputi komponen intelektual yang signifikan. Pelatihan tukang batu, tukang cukur, pengrajin meliputi ketrampilan fisik. Pelatihan akuntan, engineer, dokter meliputi komponen intelektual dan ketrampilan. Walaupun pada pelatihan dokter atau dokter gigi mencakup ketrampilan fisik tetap saja komponen intelektual yang dominan. Komponen intelektual merupakan karakteristik profesional yang bertugas utama memberikan nasehat dan bantuan menyangkut bidang keahliannya yang rata-rata tidak diketahui atau dipahami orang awam. Jadi memberikan konsultasi bukannya memberikan barang merupakan ciri profesi. 
  3. Tenaga yang terlatih mampu memberikan jasa yang penting kepada masyarakat. Dengan kata lain profesi berorientasi memberikan jasa untuk kepentingan umum daripada kepentingan sendiri. Dokter, pengacara, guru, pustakawan, engineer, arsitek memberikan jasa yang penting agar masyarakat dapat berfungsi; hal tersebut tidak dapat dilakukan oleh seorang pakar permainan caturmisalnya. Bertambahnya jumlah profesi dan profesional pada abad 20 terjadi karena ciri tersebut. Untuk dapat berfungsi maka masyarakat modern yang secara teknologis kompleks memerlukan aplikasi yang lebih besar akan pengetahuan khusus daripada masyarakat sederhana yang hidup pada abad-abad lampau. Produksi dan distribusi enersi memerlukan aktivitas oleh banyak engineers. Berjalannya pasar uang dan modal memerlukan tenaga akuntan, analis sekuritas, pengacara, konsultan bisnis dan keuangan. Singkatnya profesi memberikan jasa penting yang memerlukan pelatihan intelektual yang ekstensif. 
Ciri-ciri Organisasi Profesi Menurut Para Ahli
Ciri-ciri Organisasi Profesi menurut Prof. DR. Azrul Azwar, MPH (1998), ada 3 ciri organisasi sebagai berikut :
  1. Umumnya untuk satu profesi hanya terdapat satu organisasi profesi yang para anggotanya berasal dari satu profesi, dalam arti telah menyelesaikan pendidikan dengan dasar ilmu yang sama
  2. Misi utama organisasi profesi adalah untuk merumuskan kode etik dan kompetensi profesi serta memperjuangkan otonomi profesi.
  3. Kegiatan pokok organisasi profesi adalah menetapkan serta meurmuskan standar pelayanan profesi, standar pendidikan dan pelatihan profesi serta menetapkan kebijakan profesi 
Ciri-ciri profesi menurut Winsley,(1964 ):
  1. Didukung oleh badan ilmu ( body of knowledge ) yang sesuai dengan bidangnya, jelas wilayah kerja keilmuannya dan aplikasinya.
  2. Profesi diperoleh melalui pendidikan dan pelatihan yang terencana, terus menerus dan bertahap 
  3. Pekerjaan profesi diatur oleh kode etik profesi serta diakui secara legal melalui perundang-undangan 
  4. Peraturan dan ketentuan yag mengatur hidup dan kehidupan profesi (standar pendidikan dan pelatihan, standar pelayanan dan kode etik) serta pengawasan terhadap pelaksanaan peraturan-peraturan tersebut dilakukan sendiri oleh warga profesi  

Dikatakan juga oleh Shortridge,L.M ( 1985 ),Ciri-ciri profesi esensial suatu profesi adalah sbb:
  1. Berorientasi pada pelayanan masyarakat 
  2. Pelayanan keperawatan yang diberikan didasarkan pada ilmu pengetahuan 
  3. Adanya otonomi 
  4. Memiliki kode etik Adanya organisasi profesi.  

Pembentukan Standar Profesi

Pembentukan Standar Profesi Teknologi Informasi di Indonesia

Dalam memformulasikan standard untuk Indonesia, suatu workshop sebaiknya diselenggarakan oleh IPKIN. Partisipan workshop tersebut adalah orang-orang dari industri, pendidikan, dan pemerintah. Workshop ini diharapkan bisa memformulasikan deskripsi pekerjaan dari klasifikasi pekerjaan yang belum dicakup oleh model SRIG-PS, misalnya operator. Terlebih lagi, workshop tersebut akan menyesuaikan model SRIG-PS dengan kondisi Indonesia dan menghasilkan model standard untuk Indonesia. Klasifikasi pekerjaan dan deskripsi pekerjaan ini harus diperluas dan menjadi standard kompetensi untuk profesioanal dalam Teknologi Informasi.

Pembentukan Standar Profesi di USA dan Kanada
Dunia Teknologi Informasi (TI) merupakan suatu industri yang berkembang dengan begitu pesatnya pada tahun-tahun terakhir ini. Ini akan terus berlangsung untuk tahun-tahun mendatang. Perkembangan industri dalam bidang TI ini membutuhkan formalisasi ya ng lebih baik dan tepat mengenai pekerjaan, profesi berkaian dengan keahlian dan fungsi dari tiap jabatan. South East Asia Regional Computer Confideration (SEARCC) merupakan suatu forum/badan yang beranggotakan himpunan profiesional IT (Information Technology) yang terdiri dari 13 negara. SEARCC dibentuk pada Februari 1978, di Singapore oleh 6 ikata n komputer dari negara-negara : Hong Kong, Indonesia, Malaysia, Philipine, Singapore dan Thailand. SEARCC mengadakan konferensi setahun dua kali di tiap negara anggotanya secara bergiliran. Keanggotaan SEARCC bertambah, sehingga konferensi dilakukan seka li tiap tahunnya. Konferensi yang ke-15 ini, yang bernama SEARCC ’96 kali ini diselenggarakan oleh Computer Society of Thailand di Thailand dari tanggal 3-8 Juli 1996.

Standardisasi Profesi Model Srig-Ps Searcc
SRIG-PS dibentuk karena adanya kebutuhan untuk mewujudkan dan menjaga standard profesional yang tinggi dalam dunia Teknologi Informasi, khususnya ketika sumber daya di region ini memiliki kontribusi yang penting bagi kebutuhan pengembangan TI secara global. SRIG-PS diharapkan memberikan hasil sebagai berikut :
  • Terbentuknya Kode Etik untuk profesional TI
  • Klasifikasi pekerjaan dalam bidang Teknologi Informasi
  • Panduan metoda sertifikasi dalam TI - Promosi dari program yang disusun oleh SRIG-PS di tiap negara anggota SEARCC 

Pada pertemuan yang ke empat di Singapore, Mei 1994, tiga dari empat point tersebut hampir dituntaskan dan telah dipresentasikan pada SEARCC 1994 di Karachi. Dalam pelaksanaannya kegiatan SRIG-PS ini mendapat sponsor dari Center of International Cooperation on Computerization (CICC). Hasil kerja tersebut dapat diperoleh diCentral Academy of Information Technology (CAIT), Jepang.

Standar Profesi Di Amerika & Eropa
Pustakawan dan Konsep Negara Modern
Satu hal penting mengapa profesi pustakawan dihargai di Amerika adalah bahwa dari sejarahnya, perkembangan profesi pustakawan di Amerika Serikat sejalan dengan sejarah pembentukan Amerika Serikat sebagai negara modern dan juga perkembangan dunia akademik. Pada masa kolonial, tradisi kepustakawanan di dunia akademik merupakan bagian dari konsep negara modern, utamanya berkaitan dengan fungsi negara untuk menyediakan dan menyimpan informasi. Oleh karena itu, profesi purstakawan (bibliographist) dan ahli pengarsipan (archieving specialist) mulai berkembang pada masa itu.  

Relasi Pustakawan dengan Staf Teknis dan Profesi yang Didukungnya
Sementara itu, pekerjaan-pekerjaan teknis yang berkaitan dengan manajemen dan pengelolaan perpustakaan seperti scanning dokumen, jaringan internet, memasang sistem katalog dalam jaringan komputer, dikerjakan ahli-ahli yang berfungsi sebagai staf teknis perpustakaan. Umumnyam mereka memiliki latar belakang pendidikan di bidang Teknologi Informasi. Mereka staf teknis dan bukan pustakawan.


Komunitas Pustakawan yang Kritis
Hal yang menarik lainnya adalah komunitas pustakawan di Amerika Serikat yang sangat kritis terhadap perkembangan yang bisa berdampak pada perpustakaan dan profesinya. Komunitas pustakawan di Amerika Serikat terlibat aktif dalam gerakan akses terbuka terhadap informasi. Perpustakaan berfungsi sebagai penghubung dan penyedia informasi yang lebih murah bagi publik. Mereka bekerja dengan para akademisi dan organisasi-organisasi penting. Salah satunya, adalah advokasi kepada para akademisi untuk tidak mempublikasikan tulisannya melalui penerbit-penerbit yang mahal. Sebaliknya, mereka mendorong pendirian penerbit-penerbit di universitas-universitas dan menerbitkan tulisan-tulisan para dosennya sendiri. Hal ini merupakan upaya untuk menyediakan tulisan akademik dengan harga yang lebih murah.


Referensi Artikel:
  • http://nona-pebrina.blogspot.com/2011/05/model-pengembangan-standar-profesi.html 
  • http://yusuke-chan.blogspot.com/2012/04/aspek-bisnis-bidang-teknologi-informasi.html 
  • http://juniorhendy.blogspot.com/2010/03/model-pengembangan-standar-profesi.html 
  • http://anugerawan.blogspot.com/2011/05/model-pengembangan-standar-profesi.html

Slide Presentasi Perbedaan Audit Around The Computer Dan Audit Throught The Computer

Pembahasan mengenai Perbedaan Audit Around The Computer Dan Audit Throught The Computer telah dibahas sebelumnya, sekarang Fauzi Online akan menampilkan slide presentasi yang telah dipaparkan kepada dosen softskill kita yakni Ibu Ega Hegarini. Berikut paparan slide nya:

Slide Presentasi Perbedaan Audit Around The Computer Dan Audit Throught The Computer
Slide Presentasi 1
Slide Presentasi Perbedaan Audit Around The Computer Dan Audit Throught The Computer
Slide Presentasi 2
Slide Presentasi Perbedaan Audit Around The Computer Dan Audit Throught The Computer
Slide Presentasi 3
Slide Presentasi Perbedaan Audit Around The Computer Dan Audit Throught The Computer
Slide Presentasi 4
Slide Presentasi Perbedaan Audit Around The Computer Dan Audit Throught The Computer
Slide Presentasi 5
Slide Presentasi Perbedaan Audit Around The Computer Dan Audit Throught The Computer
Slide Presentasi 6
Slide Presentasi Perbedaan Audit Around The Computer Dan Audit Throught The Computer
Slide Presentasi 7

Sekian dari Fauzi Online, Semoga bermanfaat. 
Download slide presentasi ini klik http://www.mediafire.com/view/?jv7haopk7jbxxrn

Perbedaan Audit Around The Computer Dan Audit Throught The Computer

Pada Minggu ini Fauzi Online mengerjakan tugas softskill mata kuliah sistem informasi Etika dan Profesionalisme TSI adapun tema yang dibahas yaitu mengenai Perbedaan Audit Around The Computer Dan Audit Throught The Computer. Anggota satu tim dengan Akhmad Fauzi a.k.a Fauzi Online antara lain: Andry Yudha Prawira, Rizki Ariyani, Heru Hartanto, serta Nadia Achya. Adapun bahasannya sebagai berikut:

PENGERTIAN AUDIT
Untuk menjelaskan tentang perbedaan antara audit around the computer dengan audit through the computer akan lebih baik jika sebelumnya dijelaskan terlebih dahulu mengenai pengertian dari apa itu audit supaya lebih terarah dalam menarik kesimpulannya. Audit bisa dikatakan sebagai suatu proses sistematik untuk memperoleh dan mengevaluasi bukti secara tertulis ataupun lisan dengan menggunakan pembuktian yang secara objektif mengenai kumpulan pertanyaan-pertanyaan, apakah sudah sesuai dengan kriteria aktivitas dilapangan yang telah ditetapkan serta penyampaian hasil-hasilnya kepada yang memiliki kepentingan pada tujuan tertentu.

Perbedaan Audit Around The Computer Dan Audit Throught The Computer
Perbedaan Audit Around The Computer Dan Audit Throught The Computer
Sumber (http://google.co.id)
Contoh dari audit adalah audit laporan keuangan pada suatu perusahaan, dimana auditor akan melakukan audit untuk melakukan penilaian terhadap laporan keuangan yang data-datanya bersifat relevan, akurat, lengkap dan disajikan secara wajar. Auditor mengeluarkan hasilnya secara benar dan akan lebih baik lagi jika dihasilkan dari pendapat yang independent.

PENGERTIAN AUDIT AROUND THE COMPUTERAudit around the computer masuk ke dalam kategori audit sistem informasi dan lebih tepatnya masuk ke dalam metode audit. Audit around the computer dapat dikatakan hanya memeriksa dari sisi user saja pada masukkan dan keluaranya tanpa memeriksa lebih mendalam terhadap program atau sistemnya, bisa juga dikatakan bahwa audit around the computer adalah audit yang dipandang dari sudut pandang black box.
Dalam pengauditannya yaitu auditor menguji keandalan sebuah informasi yang dihasilkan oleh komputer dengan terlebih dahulu mengkalkulasikan hasil dari sebuah transaksi yang dimasukkan dalam sistem. Kemudian, kalkulasi tersebut dibandingkan dengan output yang dihasilkan oleh sistem. Apabila ternyata valid dan akurat, diasumsikan bahwa pengendalian sistem telah efektif dan sistem telah beroperasi dengan baik.

Audit around the computer dilakukan pada saat:
  1. Dokumen sumber tersedia dalam bentuk kertas (bahasa non-mesin), artinya masih kasat mata dan dilihat secara visual.
  2. Dokumen-dokumen disimpan dalam file dengan cara yang mudah ditemukan.
  3. Keluaran dapat diperoleh dari daftar yang terinci dan auditor mudah menelusuri setiap transaksi dari dokumen sumber kepada keluaran dan sebaliknya.
Kelebihan dan Kelemahan dari metode Audit Around The Computer adalah sebagai berikut:
Kelebihan:
  1. Proses audit tidak memakan waktu lama karena hanya melakukan audit tidak secara mendalam.
  2. Tidak harus mengetahui seluruh proses penanganan sistem.
Kelemahan:
  1. Umumnya database mencakup jumlah data yang banyak dan sulit untuk ditelusuri secara manual. Tidak membuat auditor memahami sistem komputer lebih baik.
  2. Mengabaikan pengendalian sistem, sehingga rawan terhadap kesalahan dan kelemahan potensial dalam sistem.
  3. Lebih berkenaan dengan hal yang lalu daripada audit yang preventif.
  4. Kemampuan komputer sebagai fasilitas penunjang audit mubadzir.
  5. Tidak mencakup keseluruhan maksud dan tujuan audit.
PENGERTIAN AUDIT THROUGH THE COMPUTER
Audit through the computer adalah dimana auditor selain memeriksa data masukan dan keluaran, juga melakukan uji coba proses program dan sistemnya atau yang disebut dengan white box, sehinga auditor merasakan sendiri langkah demi langkah pelaksanaan sistem serta mengetahui sistem bagaimana sistem dijalankan pada proses tertentu.

Audit through the computer dilakukan pada saat:
  1. Sistem aplikasi komputer memproses input yang cukup besar dan menghasilkan output yang cukup besar pula, sehingga memperluas audit untuk meneliti keabsahannya.
  2. Bagian penting dari struktur pengendalian intern perusahaan terdapat di dalam komputerisasi yang digunakan.
Kelebihan dan Kelemahan dari metode Audit Through The Computer adalah sebagai berikut:
Kelebihan:
  1. Dapat meningkatkan kekuatan pengujian system aplikasi secara efektif.
  2. Dapat memeriksa secara langsung logika pemprosesan dan system aplikasi.
  3. Kemampuan system dapat menangani perubahan dan kemungkinan kehilangan yang terjadi pada masa yang akan dating.
  4. Auditor memperoleh kemampuan yang besar dan efektif dalam melakukan pengujian terhadap system computer.
  5. Auditor merasa lebih yakin terhadap kebenaran hasil kerjanya.
Kelemahan:
  1. Biaya yang dibutuhkan relative tinggi karena jumlaj jam kerja yang banyak untuk dapat lebih memahami struktur pengendalian intern dari pelaksanaan system aplikasi.
  2. Butuh keahlian teknis yang mendalam untuk memahami cara kerja sistem.

PERBEDAAN ANTARA AUDIT AROUND THE COMPUTER DENGAN AUDIT THROUGH THE COMPUTER
Perbedaan antara audit around the computer dengan audit through the computer dilihat dari prosedur lembar kerja IT audit.
AUDIT AROUNF THE COMPUTERAUDIT THROUGH THE COMPUTER
  1. Sistem harus sederhana dan berorientasi pada sistem batch.
    Pada umumnya sistem batch komputer merupakan suatu pengembangan langsung dari sistem manual.
  2. Melihat keefektifan biaya.
    Seringkali keefektifan biaya dalam Audit Around The Computer pada saat aplikasi yang digunakan untuk keseragaman kemasan dalam program software.
  3. Auditor harus besikap userfriendly.
    Biasanya pendekatan sederhana yang berhubungan dengan audit dan dapat dipraktekkan oleh auditor yang mempunyai pengetahuan teknik tentang komputer.
  1. Volume input dan output.
    Input dari proses sistem aplikasi dalam volume besar dan output yang dihasilkan dalam volume yang sangat besar dan luas. Pengecekan langsung dari sistem input dan output yang sulit dikerjakan.
  2. Pertimbangan efisiensi.
    Karena adanya pertimbangan keuntungan biaya, jarak yang banyak dalam uji coba penampakan audit adalah biasa dalam suatu sistem.

Demikianlah laporan tugas kelompok Fauzi Online, semoga bermanfaat. Jangan lupa komentarnya jika teman-teman ingin menambahkan dari yang telah ada. Terimakasih.
Download materi ini klik http://www.mediafire.com/view/?d8rdwi42tnf85y2

Referensi:
  1. http://ibrahimfundamental.blogspot.com/2013/03perbedaan-audit-around-computer-dengan.html
  2. http://kitakuliahlagi.blogspot.com/2012/03/perbedaan-audit-around-computer-dan.html
  3. http://wwwmikaelpaul.blogspot.com/2012/03/perbedaan-audit-around-computer-dan.html
  4. http://blog.pasca.gunadarma.ac.id/2012/07/21/metode-audit-sistem-informasi-2/
  5. http://arifsubarkah.wordpress.com/2010/04/12/perbedaan-auditing-around-the-computer-dan-through-the-computer/
  6. http://grungechy270410.blogspot.com/2013/03/perbedaan-audit-around-computer-dan.html
  7. http://firdaussubakti.blogspot.com/2013/03/perbedaan-audit-around-computer-dan.html
  8. http://id.wikipedia.org/wiki/Audit

Bagaimana Kriteria Manajer Proyek yang Baik

Melanjutkan tugas mata kuliah Pengelolaan Proyek Sistem Informasi sambil tersenyum karena membaca Jokes Humor Programmer, kali ini Fauzi Online akan membahas mengenai kriteria manajer proyek yang baik, Mengapa gaji seorang Manajer Proyek IT itu bisa mahal? beberapa alasan seperti pemilihan karakteristik menjadi seorang manajer memang sangat ditentukan. Namun bagaimana menjadi kriteria seorang manajer proyek yang baik?
Kriteria Manajer Proyek Yang Baik
Kriteria Manajer Proyek Yang Baik
Sumber Gambar (http://google.co.id)
Manajer proyek merupakan seseorang yang bertanggung jawab dalam mengurus sebuah proyek. Menurut Ritz (1994) seorang manajer proyek berasal dari suatu institusi atau seorang pengusaha yang sinonim dengan pengurus, eksekutif, supervisor dan boss.

Tidak mengherankan posisi Manajer Proyek memegang peranan kritis dalam keberhasilan sebuah proyek terutama di bidang teknologi informasi. Berikut ini kualifikasi teknis maupun nonteknis yang harus dipenuhi seorang Manajer Proyek yang saya sarikan dari IT Project Management Handbook. Setidaknya ada 3 (tiga) karakteristik yang dapat digunakan untuk mengukur tingkat kualifikasi seseorang untuk menjadi Manajer Proyek yaitu:
  1. Karakter Pribadinya
  2. Karakteristik Kemampuan Terkait dengan Proyek yang Dikelola
  3. Karakteristik Kemampuan Terkait dengan Tim yang Dipimpin
A. Karakter Pribadi Seorang Manajer
Dalam hal ini manajer memiliki pemahaman yang menyeluruh mengenai teknis pekerjaan dari proyek yang dikelola olehnya, sehingga mampu bertindak sebagai seorang pengambil keputusan yang handal dan bertanggung jawab. Selain itu manajer harus memiliki integritas diri yang baik namun tetap mampu menghadirkan suasana yang mendukung di lingkungan tempat dia bekerja, serta memiliki pengalaman dan keahlian yang memadai dalam mengelola waktu dan manusia.

B. Karakter Kemampuan Terkait dengan Proyek yang Dikelola
Terdapat beberapa aspek penting yang harus dipenuhi seorang manajer proyek yang baik dalam hal kemampuan terkait, antara lain:
  1. Memiliki komitmen yang kuat dalam meraih tujuan dan keberhasilan proyek dalam jadwal, anggaran dan prosedur yang dibuat. 
  2. Pelaksanakan seluruh proses pengembangan proyek IT sesuai dengan anggaran dan waktu yang dapat memuaskan para pengguna/klien.
  3. Pernah terlibat dalam proyek yang sejenis.
  4. Mampu mengendalikan hasil-hasil proyek dengan melakukan pengukuran dan evaluasi kinerja yang disesuaikan dengan standar dan tujuan yang ingin dicapai dari proyek yang dilaksanakan.
  5. Membuat dan melakukan rencana darurat untuk mengantisipasi hal-hal maupun masalah tak terduga. 
  6. Membuat dan menerapkan keputusan terkait dengan perencanaan.
  7. Memiliki kemauan untuk mendefinisikan ulang tujuan, tanggung jawab dan jadwal selama hal tersebut ditujukan untuk mengembalikan arah tujuan dari pelaksanaan proyek jika terjadi jadwal maupun anggaran yang meleset. 
  8. Membangun dan menyesuaikan kegiatan dengan prioritas yang ada serta tenggat waktu yang ditentukan sebelumnya. 
  9. Memiliki kematangan yang tinggi dalam perencanaan yang baik dalam upaya mengurangi tekanan dan stres sehingga dapat meningkatkan produktifitas kerja tim. 
  10. Mampu membuat perencanaan dalam jangka panjang dan jangka pendek.
C. Karakteristik Kemampuan Terkait dengan Tim yang Dipimpin
Beberapa kemampuan dengan tim yang dipimpin harus dimiliki oleh manajer yang baik, seperti berikut:
  1. Memiliki kemampuan dan keahlian berkomunikasi serta manajerial.
  2. Mampu menyusun rencana, mengorganisasi, memimpin, memotivasi serta mendelegasikan tugas secara bertanggung jawab kepada setiap anggota tim.
  3. Menghormati para anggota tim kerjanya serta mendapat kepercayaan dan penghormatan dari mereka. Berbagi sukses dengan seluruh anggota tim.
  4. Mampu menempatkan orang yang tepat di posisi yang sesuai. 
  5. Memberikan apresiasi yang baik kepada para anggota tim yang bekerja dengan baik. 
  6. Mampu mempengaruhi pihak-pihak lain yang terkait dengan proyek yang dipimpinnya untuk menerima pendapat-pendapatnya serta melaksanakan rencana-rencana yang disusunnya. 
  7. Mendelegasikan tugas-tugas namun tetap melakukan pengendalian melekat. 
  8. Memiliki kepercayaan yang tinggi kepada para profesional terlatih untuk menerima pekerjaan-pekerjaan yang didelegasikan darinya. 
  9. Menjadikan dirinya sebagai bagian yang terintegrasi dengan tim yang dipimpinnya.
Demikianla postingan Fauzi Online mengenai Kriteria Manajer Proyek yang baik.
Semoga Bermanfaat bagi teman-teman yang mempunyai cita-cita menjadi manajer. AMIN

Referensi:
http://www.setiabudi.name/archives/990, Diakses 21 April 2013.

Pengenalan Constructive Cost Model (COCOMO)

Mata Kuliah Sistem Informasi Pengelolaan Proyek Sistem Informasi pada postingan sebelumnya telah dibahas yaitu Keuntungan dan Kerugian Open Source, kali ini mengenai COCOMO atau Constructive Cost Model.

Pengenalan Constructive Cost Model (COCOMO)
COCOMO adalah singkatan dari Constructive Cost Model yang merupakan sebuah kombinasi dari estimasi parameter persamaan dan metode pembobotan. Satu hasil observasi yang paling penting dalam model ini adalah bahwa motivasi dari tiap orang yang terlibat ditempatkan sebagai titik berat. Hal ini menunjukkan bahwa kepemimpinan dan kerja sama tim merupakan sesuatu yang penting, namun demikian poin pada bagian ini sering diabaikan.COCOMO adalah model terbuka, sehingga semua detail dipublikasikan, termasuk : Dasar persamaan perkiraan biaya, Setiap asumsi yang dibuat dalam model, Setiap definisi, serta Biaya yang disertakan dalam perkiraan dinyatakan secara eksplisit

Sejarah Singkat Constructive Cost Model (COCOMO)COCOMO pertama kali diterbitkan pada tahun 1981 Barry Boehm W.'s Book ekonomi Software engineering sebagai model untuk memperkirakan usaha, biaya, dan jadwal untuk proyek-proyek perangkat lunak. Ini menarik pada studi dari 63 proyek di TRW Aerospace mana Barry Boehm adalah Direktur Riset dan Teknologi Perangkat Lunak pada tahun 1981. Penelitian ini memeriksa proyek-proyek ukuran mulai dari 2.000 sampai 100.000 baris kode, dan bahasa pemrograman mulai dari perakitan untuk PL / I. Proyek-proyek ini didasarkan pada model pengembangan perangkat lunak waterfall yang merupakan proses software umum pembangunan di 1981.

Jenis-Jenis Constructive Cost Model (COCOMO)
Terdapat jenis-jenis COCOMO yang saat ini masih digunakan dalam perkembangan software engineering untuk memperkirakan usaha, biaya, dan jadwal untuk proyeknya. Diantaranya sebagai berikut:

A. Model Dasar COCOMO (Basic COCOMO)
Jenis Dasar COCOMO menggunakan estimasi parameter persamaan (dibedakan menurut tipe sistem yang berbeda) upaya pengembangan dan pembangunan durasi dihitung berdasarkan perkiraan DSI. Dengan rincian untuk fase ini diwujudkan dalam persentase. Dalam hubungan ini dibedakan menurut tipe sistem (organik-batch, sebagian bersambung-on-line, embedded-real-time) dan ukuran proyek (kecil, menengah, sedang, besar, sangat besar).

Model COCOMO dapat diaplikasikan dalam tiga tingkatan kelas:
  1. Proyek organik (organic mode) Adalah proyek dengan ukuran relatif kecil, dengan anggota tim yang sudah berpengalaman, dan mampu bekerja pada permintaan yang relatif fleksibel.
  2. Proyek sedang (semi-detached mode) Merupakan proyek yang memiliki ukuran dan tingkat kerumitan yang sedang, dan tiap anggota tim memiliki tingkat keahlian yang berbeda.
  3. Proyek terintegrasi (embedded mode)Proyek yang dibangun dengan spesifikasi dan operasi yang ketat.
Model COCOMO dasar ditunjukkan dalam persamaan berikut ini:
model persamaan cocomo
Model Persamaan COCOMO
Sumber Gambar (http://staffsite.gunadarma.ac.id)
Keterangan: 
E =besarnya usaha (orang-bulan)
D = lama waktu pengerjaan (bulan)
KLOC = estimasi jumlah baris kode (ribuan)
P = jumlah orang yang diperlukan.

B. Model COCOMO Lanjut (Intermidate COCOMO)
Pengembangan model COCOMO ini dengan menambahkan atribut yang dapat menentukan jumlah biaya dan tenaga dalam pengembangan perangkat lunak, yang dijabarkan dalam kategori dan subkatagori sebagai berikut:
  1. Atribut produk (product attributes)
    Kategori ini terdiri dari sub kategori antara lain: Reliabilitas perangkat lunak yang diperlukan (RELY), Ukuran basis data aplikasi (DATA), serta Kompleksitas produk (CPLX).
  2. Atribut perangkat keras (computer attributes)
    Kategori ini terdiri dari sub kategori : Waktu eksekusi program ketika dijalankan (TIME), Memori yang dipakai (STOR), Kecepatan mesin virtual (VIRT), Waktu yang diperlukan untuk mengeksekusi perintah (TURN)
  3. Atribut sumber daya manusia (personnel attributes)
    Kategori ini berisikan sub kategori Kemampuan analisis (ACAP), Kemampuan ahli perangkat lunak (PCAP), Pengalaman membuat aplikasi (AEXP), Pengalaman penggunaan mesin virtual (VEXP), Pengalaman dalam menggunakan bahasa pemrograman (LEXP)
  4. Atribut proyek (project attributes)
    Mempunyai sub kategori antara lain: Penggunaan sistem pemrograman modern(MODP), Penggunaan perangkat lunak (TOOL), Jadwal pengembangan yang diperlukan (SCED).
C. Model COCOMO II (Complete atau Detailed COCOMO Model)
Pada awal desainnya terdiri dari 7 bobot pengali yang relevan dan kemudian menjadi 16 yang dapat digunakan pada arsitektur terbarunya. Sama seperti COCOMO Intermediate (COCOMO81), masing-masing sub katagori bisa digunakan untuk aplikasi tertentu pada kondisi very low, low, manual, nominal, high maupun very high.

Masing-masing kondisi memiliki nilai bobot tertentu. Nilai yang lebih besar dari 1 menunjukkan usaha pengembangan yang meningkat, sedangkan nilai di bawah 1 menyebabkan usaha yang menurun. Kondisi Laju nominal (1) berarti bobot pengali tidak berpengaruh pada estimasi. Maksud dari bobot yang digunakan dalam COCOMO II, harus dimasukkan dan direfisikan di kemudian hari sebagai detail dari proyek aktual yang ditambahkan dalam database.

Sekian postingan Fauzi Online mengenai Pengenalan Constructive Cost Model (COCOMO). Semoga Bermanfaat.

Referensi:
http://haryanto.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/16702/COCOMO.ppt, Diakses 21 April 2013

Kelebihan Kekurangan Software Open Source

Setelah Belajar CSS dan tidak lupa mengecek SEO artikel  Cari Uang Lewat ekiosku.com, selanjutnya teman-teman akan Fauzi Online ajak untuk membahas Kelebihan Kekurangan Software Open Source ini merupakan mata kuliah sistem informasi di tingkat akhir ini. Adapun salah satu postingan yang terkait Linux OpenSUSE.
Kelebihan Kekurangan Open Source
Kelebihan Kekurangan Open Source
Sumber Gambar (http://google.co.id)
Pengertian Open Source
Open Source adalah sebuah sistem baru dalam mendistribusikan perangkat lunak kepada pengguna dengan memberikan program dan source code nya secara gratis. Bahkan pengguna dapat mempelajari dan melakukan modifikasi untuk membuat software tersebut sesuai dengan kebutuhan mereka. Dari uraian di atas, kita tidak hanya bisa menggunakan open source secara bebas tetapi kita juga bisa mengembangkan open source tersebut sesuai dengan keinginan dan kebutuhan kita, tentunya kebebasan itu tetap bertumpu pada etika dan peraturan yang telah ditetapkan sebelumnya.

Perkembangan Open Source
Open source mempunyai sifat bebas digunakan, bebas dipelajari, bebas dimodifikasi dan bebas disebarluaskan. Awal mula dari open source karena adanya belenngu industri software pada tahun 1971 yang menutup semua source code yang sudah terkompilasi dalam bentuk biner dan pelarangan modifikasi (eksklusif). Dimulai dari tahun 1983 lahirlah sebuah proyek GNU oleh Richard M Stallman yang kemudian pada tahun 1991 lahir GNU/Linux oleh Linus Trovalds, dari sinilah muncul gerakan free/open source sampai sekarang.

Hitam Putih Sebuah Open Source
Namun, terdapat isu-isu keamanan yang dihadapi sistem open source, mencakup beberapa filosofi keamanan umum dan bagaimana membuat lebih aman sistem tersebut dari para penyusup. Beberapa pengguna komputer yang merupakan anggota dari komunitas pengguna Open Source Software (OSS) dan free software berpendapat bahwa kode program mereka lebih aman karena kelemahan kode program mereka lebih mudah ditemukan dan diperbaiki oleh pemakai program tersebut. Sementara itu, komunitas hak-hak kepemilikan berpendapat bahwa pembukaan akses ke kode program pada OSS akan memudahkan bagi beberapa kelompok tertentu untuk menyerang program tersebut.

Kelebihan Open Source
Ada banyak manfaat positif yang bisa kita peroleh dengan menggunakan Open Source, diantaranya :
  1. Kreativitas
    Dengan Open Source kita bisa mempelajari cara kerja suatu perangkat lunak, memodifikasinya, bahkan membuat produk baru dari sumber yang ada.
  2. Kemandirian
    Kita tidak perlu lagi tergantung pada suatu produk tertentu, bahkan dengan Open Source kita bisa membuat produk yang sekelas dengan perusahaan berskala raksasa seperti Microsoft.
  3. Penghematan
    Berapa banyak waktu yang kita sia-siakan untuk berurusan dengan virus komputer di sistem closed source. Dengan menggunakan sistem operasi Open Source seperti 3D OS kita tidak perlu membuang waktu lagi berurusan dengan virus komputer.
  4. Hemat Biaya
    Berapa banyak biaya yang perlu kita keluarkan untuk pembelian suatu produk proprietary seperti Windows, Photoshop, MS Office dan lain-lainnya.
  5. Hemat Devisa
    Berapa banyak devisa negara yang harus lari keluar negeri jika kita terus menggunakan produk proprietary.
  6. Legalitas
    Open Source memungkinkan kita untuk tidak lagi menggunakan milik orang lain secara tidak sah atau dengan kata lain kita tidak perlu lagi menjadi pencuri.
  7. Meningkatkan Citra Negara
    Tahukah Anda bahwa pembajakan menjadikan citra negara menurun ? Dan ini secara tidak langsung membawa akibat buruk pada hubungan dagang dengan luar negeri.
Kekurangan Open Source
Disamping banyak keuntungan diatas, open source juga memiliki beberapa kerugian, yaitu :
  1. Kurangnya SDM yang dapat memanfaatkan open source
    Ketersediaan source code yang diberikan dapat menjadi sia-sia, jika SDM yang ada tidak dapat menggunakannya.
  2. Tidak adanya proteksi terhadap HaKI
    Kebanyakan orang masih menganggap bahwa open source merupakan aset yang harus dijaga kerahasiannya.
  3. Tidak ada garansi dari pengembangan
    Limitasi modifikasi oleh orang – orang tertentu yang membuat atau memodifikasi sebelumnya. Untuk beberapa platform.
  4. Kesulitan dalam mengetahui status project.
  5. Tidak ada garansi dari pengembangan. 
  6. Limitasi modifikasi oleh orang – orang tertentu yang membuat atau memodifikasi sebelumnya. 
  7. Dapat menimbulkan resiko kurangnya diferensiasi antara satu software dengan yang lain, apabila kebetulan menggunakan beberapa Open Source yang sama.
Kesimpulannya, tidak ada salah nya teman-teman ikut belajar Open Source dan menggunakannya dalam kesehariannya. Semoga Bermanfaat.

Referensi:

  • Wiwin Surwaningsih, Nuryani , “ Dampak Knowledge Perkembangan Open Source dan Free Software”, 2006, Pusat Penelitian Informatika,LIPI Bandung Eka Rezeki Amalia, “Komponen Cara Kerja Open Source Slackware”, 2007, Universitas Muhammadiyah Malang.
  • http://cyberkomputer.com/komputer/pengenalan-dan-manfaat-menggunakan-open-source/ . Diakses 21 April 2013
Baca juga jika ingin kaya dengan mudah dan praktis yaitu Cari Uang Lewat ekiosku.com

Pengenalan White Box Testing

Selain artikel berjudul Rancangan Penelitian yang menyerempet ke bahasan Humor Jokes Programmer Perokok. Kali ini Fauzi Online akan membahas mengenai materi mata kuliah testing dan implementasi sistem yang diajarkan oleh ibu Rifiana. 

Pengertian White Box
Metode White box merupakan suatu cara atau metode pengujian dengan cara melihat ke dalam modul untuk meneliti kode-kode program yang ada, dan menganalisa apakah masih ada kesalahan atau tidak. Jika ada modul yang menghasilkan output yang tidak sesuai dengan proses bisnis yang dilakukan, maka baris-baris program, variabel, dan parameter yang terlibat pada unit tersebut akan di periksa satu persatu dan diperbaiki. Setelah itu baru dilakukan compile ulang.

pengenalan white box testing
Pengenalan White Box Testing
Sumber Gambar (Kreasi Fauzi Online dan Tim)
Penggunaan metode white box dibutuhkan, ketika debugger (pencari debug atau kesalahan) melakukan analis sistem akan memperoleh test case
yang diharapan sesuai kriteria sebagai berikut:
  1. Menjamin seluruh independent path di dalam modul yang dikerjakan
  2. sekurang-kurangnya sekali.
  3. Mengerjakan seluruh keputusan logikal.
  4. Mengerjakan seluruh loop yang sesuai dengan batasannya.
  5. Mengerjakan seluruh struktur data internal yang menjamin validitas.
Kelebihan dan Kekurangan White Box
Di dalam proses implemetasi metode white box mempunyai beberapa kelebihan dan kekurangannya, kelebihan pengujian Whitebox antara lain:

White box memiliki sifat correctness program kebenaran dalam mendefinisikan algoritma, sehingga dapat diketahui secara langsung dengan pengolahan path.
White box testing dapat dilakukan dengan follow up performance line coverage, dengan memberikan pihak tester list of line code yang belum dieksekusi.
Dapat menentukan kualitas pekerjaan coding dan pengaruhnya untuk standar coding.

Adapun kelemahan pengujian pada metode white box, sebagai berikut:
  1. Jumlah biaya untuk white box testing lebih besar daripada biaya yang dibutuhkan untuk black box, untuk ukuran software yang sama.
  2. Belum mampu melakukan tes availability, reliability, load durability dan testing - testing lain yang berhubungan dengan requirement faktor - faktor untuk operasi, revisi dan transisi.
  3. Ketika problem muncul, maka proses berhenti, karena tidak dapat menuju ke tahapan selanjutnya. Bahkan jika kemungkinan problem tersebut muncul akibat kesalahan dari tahapan sebelumnya, maka proses harus membenahi tahapan sebelumnya agar problem ini tidak muncul. 
  4. Karena pendekatannya secara sequential, maka setiap tahap harus menunggu hasil dari tahap sebelumnya. Hal itu tentu membuang waktu yang cukup lama, artinya bagian lain tidak dapat mengerjakan hal lain selain hanya menunggu hasil dari tahap sebelumnya. Oleh karena itu, seringkali model ini berlangsung lama pengerjaannya.
  5. Pada setiap tahap proses tentunya dipekerjakan sesuai spesialisasinya masing-masing. Oleh karena itu, ketika tahap tersebut sudah tidak dikerjakan, maka sumber dayanya juga tidak terpakai lagi. Oleh karena itu, seringkali pada model proses ini dibutuhkan seseorang yang “multiskilled”, sehingga minimal dapat membantu pengerjaan untuk tahapan berikutnya.
Penggunaan White Box

Tujuan menggunakan white box adalah untuk menguji semua statemen program. Selain itu terdapat beberapa pertimbangan dalam penggunaan metode menggunakan pengujian white box antara lain:
  1. Memberi jaminan bahwa semua jalur independen suatu modul digunakan minimal satu kali.
  2. Menggunakan semua keputusan logis untuk semua kondisi true atau false.
  3. Mengeksekusi semua perulangan pada batas nilai dan operasional pada setiap kondisi.
  4. Menggunakan struktur data internal untuk menjamin validitas jalur keputusan.
Terdapat beberapa persyaratan atau prosedur yang harus dipenuhi dalam pengujian program untuk menjalankan metode white box, persyaratan prosedur tersebut sebagai berikut:
  1. Mendefinisikan semua alur logika.
  2. Membangun kasus untuk digunakan dalam pengujian.
  3. Mengevaluasi semua hasil pengujian.
  4. Melakukan pengujian secara menyeluruh.
Maintenance Pada White Box
White box akan berfokus pada perubahan yang dihubungkan dengan koreksi kesalahan yang dibutuhkan ketika lingkungan perangkat lunak sedang berkembang, serta perubahan yang sedang berhubungan dengan perkembangan yang disebabkan oleh perubahan kebutuhan pelanggan. Fase pemeliharaan ini mengaplikasikan lagi langkah-langkah pada fase definisi dan juga pada fase pengembangan, tetapi semuanya tetap tertangggung pada konteks perangkat lunak yang ada.

Sekian Bahasan mata kulia testing dan implementasi sistem yang dapat Fauzi Online bagikan ke pembaca semoga bermanfaat bagi adik kelas dalam penyelesaiannya tugas nya. Terimakasih.

Referensi:

Anonim, 
http://people.cs.aau.dk/~bnielsen/TOV07/lektioner/whitebox- 
07.pdf, Diakses 9 April 
2013.

Memulai Bisnis E-Commerce

Bisnis Software House dan Bisnis Konsultant IT telah Fauzi Online bahas sebelumnya. Tidak bosan-bosan juga agar rileks dan senyuman bertebaran di sekeliling teman-teman, silahkan lihat Jokes Programmer. Pada hari yang menyenangkan ini kembali mengisi sudut Blog Personal Fauzi dengan materi kuliah sistem informasi yaitu aplikasi bisnis TIK.

Informasi Mengenai Bisnis E-Commerce yang Fauzi Online bahas meliputi pengenalan e-commerce, ruang lingkup e-commerce, kategori e-commerce, serta jenis-jenis pasar e-commerce.

Bisnis E-Commerce Di Indonesia
Bisnis E-Commerce Di Indonesia
Sumber Gambar (http://google.co.id)

Pengenalan Bisnis E-Commerce

Electronic Commerce telah ada dalam berbagai bentuk selama lebih dari 20 tahun. Teknologi yang disebut dengan Electronic Data Interchange (EDI) dan Electronic Funds Transfer (EFT) pertama kali diperkenalkan pada akhir tahun 1970-an. Pertumbuhan penggunaan kartu kredit, Automated Teller Machines dan perbankan via telepon di tahun 1980-an juga merupakan bentukbentuk Electronic Commerce. Di masa lalu, dunia bisnis bisa melakukan aktivitas antara satu dan lainnya melalui jaringan khusus tapi pertumbuhan drastis dari internet telah merubah paradigma tersebut dan akhirnya menjadikannya lebih luas. Electronic Commerce tradisional saat ini bisa dilakukan oleh pendatang baru dengan skala international.

Bagi sebagian besar perusahaan saat ini, e-commerce lebih dari sekedar membeli dan menjual produk secara online. Sebaliknya, e-commerce meliputi seluruh proses dari pengembangan, pemasaran, pejualan, pengiriman, pelayanan, dan pembayaran untuk berbagai produk dan jasa yang diperjualbelikan dalam pasar global berjaringan para pelanggan, dengan dukungan dari jaringan mitra bisnis di seluruh dunia. Istilah e-commerce dapat saja diartikan berbeda-beda oleh setiap orang, yang penting untuk dimengerti adalah persamaan-persamaannya : e-commerce melibatkan lebih dari satu perusahaan, dan dapat diaplikasikan hampir di setiap jenis hubungan bisnis. Ecommerce mengizinkan anda untuk menjual produk-produk dan jasa secara online. Calon pelanggan atau konsumen dapat menemukan website anda, membaca dan melihat produk-produk, memesan dan membayar produk - produk tersebut secara online.

Ruang Lingkup E-Commerce
E-Commerce meliputi beberapa bidang yang ada di dalamnya yang saling bersangkutan satu dengan lainnya, beberapa bidang tersebut adalah :
  1. Perdagangan via Internet (Internet Commerce)
  2. Perdagangan dengan fasilitas Web Internet (Web-Commerce)
  3. Perdagangan dengan sistem pertukaran data terstruktur secara elektronik (Electronic Data Interchange/EDI).
Kategori E-Commerce
Kategori dalam perkembangan e-commerce meliputi beberapa kriteria diantarannya:
  1. E-commerce Business to Consumer (B2C)
    Dalam bentuk e-commerce semacam ini, perusahaan harus mengembangkan pasar elektronik yang menarik untuk menjual berbagai produk dan jasa ke para pelanggan. Contohnya, banyak perusahaan menawarkan situs web e-commerce yang menyediakan pajangan virtual dan catalog multimedia, pemrosesan pesanan interaktif, system pembayaran yang aman, dan dukungan pelanggan online.
  2. E-commerce Business to Business (B2B)
    Kategori e-commerce ini melibatkan pasar e-business dan hubungan pasar langsung antar perusahaan. Contohnya, banyak perusahaan menawarkan situs web yang aman berisi catalog e- commerce melalui internet dan ekstranet untuk para pelanggan dari perusahaan dan para pemasok.
  3. E-commerce Consumer to Consumer (C2C)
    Keberhasilan besar dari lelang online, tempat para pelanggan dan juga perusahaan dapat membeli serta menjual ke satu sama lain dalam proses situs web lelang, menjadikan C2C sebuah strategis bisnis e-commerce yang penting. 
Jadi, berpartisipasi atau mensponsori lelang pelanggan atau perusahaan adalah alternative e-commerce yang penting untuk B2C, C2B, atau B2B. Iklan personal elektronik dari produk atau jasa untuk membeli atau menjual oleh para pelanggan di situs Koran elektronik, portal e-commerce pelanggan, atau situs web personal juga merupakan bentuk e-commerce C2C yang penting lainnya.

Jenis – Jenis Pasar E-Commerce
Banyak sekali aneka pasar dalam kriteria jenis e-commerce diantaranya dapat digolongkan sebagai berikut:
  1. Satu ke banyak (one to many)
    Sisi jual pasar. Menjalankan satu ke pemasok besar, yang menetapkan penawaran catalog produk dan harga. Contohnya, Cisco.com dan Dell.com.
  2. Banyak ke satu (many to one)
    Sisi beli pasar. Menarik banyak pelanggan yang mengerumuni tempat jual beli ini untuk menawar bisnis dari pembeli besar seperti GE atau AT&T. c. Beberapa ke banyak (some to many): Pasar distribusi. Menggabungkan para pemasok besar yang menggabungkan catalog produk mereka untuk menarik lebih banyak pembeli. Contohnya, VerticalNet dan Works.com.
  3. Banyak ke beberapa (many to some)
    Pasar pengadaan barang. Menggabungkan para pembeli pasar yang menggabungkan catalog pembelian mereka untuk menarik lebih banyak pemasok dan lebih banyak persaingan serta harga yang lebih rendah. Contohnya, Covisint dalam industri otomotif dan Pantellos dalam industri ketenagaan.
  4. Banyak ke banyak (many to many)
    Pasar lelang yang di gunakan oleh banyak pembeli dan penjual yang dapat membuat berbagai lelang dari pembeli atau pembeli untuk secara dinamis mengoptimalkan harga. Contohnya, eBay dan FreeMarkets.
Sekian postingan dari mata kuliah aplikasi bisnis TIK semoga bermanfaat.
Referensi:
http://www.amazonku.com/model-model-bisnis-e-commerce/, Diakses tanggal 6 April 2013

Memulai Bisnis Konsultant IT

Setelah mengupas tuntas mengenai Bisnis Software House dan tentunya pembaca setia telah mengikuti Kontes Humor Jokes.Web.ID. Saatnya mengupas tuntas materi kedua dalam Aplikasi Bisnis Di Bidang TIK yaitu Bisnis Konsultant IT. Dalam postingan ini Fauzi Online akan menjelaskan mulai dari pengenalan, latar belakang, contoh proyek, tantangan, serta keahlian yang diperlukan oleh Konsultant IT.

Pengenalan Bisnis Konsultan IT
bisnis konsultant it
Bisnis Konsultant IT
Sumber Gambar (http://javadigital.net)
Di era digital seperti sekarang ini bisnis yang berhubungan dengan perangkat IT menjadi lahan yang mempunyai prospek yang cerah. Berbagai macam jasa ditawarkan mulai dari instalasi jaringan, maintenance komputer, development software atau website. Bisnis konsutan IT merupakan bisnis yang bergerak dibidang jasa, di mana seorang konsultan memberikan saran kepada klien teknologi informasi apa yang arus digunakan untuk memenuhi sasaran bisnis, menyelesaikan suatu masalah atau memperbaiki struktur dan efisiensi pada sistem IT.

Latar Belakang Bisnis Konsultan IT 
Konsultan IT harus mampu berpikir out of the box dan obyektif dalam menghadapi masalah klien mereka. Setelah berhasil mengidentifikasi akar permasalah tersebut maka akan ditawarkan beberapa alternatif jalan keluar dan solusi dari segala aspek beserta dengan konsekuensi yang ada apabila solusi tersebut dipilih. Karena inti dari pekerjaan ini adalah solving problem atau seorang problem solver.

Terdapat beberapa modal utama untuk membangun bisnis konsultan IT diantaranya:
  1. Wawasan dan keahlian di bidang komputer
  2. Modal pertama untuk menjalani bisnis ini adalah pengetahuan serta keahlian mumpuni dalam mengoperasikan komputer. Perkembangan teknologi yang sangat cepat, menuntut seorang konsultan harus senantiasa mengikuti setiap tren dan peluang teknologi yang akan datang.
  3. Memiliki perangkat komputer
    Salah satu perangkat wajib yang harus dimiliki untuk membangun bisnis konsultan IT adalah komputer. Deviceini tak hanya berguna untuk mengelola bisnis secara lebih efisien dan efektif tapi juga bisa menambah klien secara online.
  4. Internet
    Internet diperlukan untuk memperluas jaringan bisnis atau promosi, serta mencari berbagai dukungan yang berhubungan dengan proyek dan informasi klien yang sedang ditangani.
Contoh Proyek Bisnis Di Bidang Konsultan IT
Proyek yang ditangani pada konsultan IT mempunyai berbagai macam banyak contohnya, karena semua aspek bidang usaha tidak lepas dari perihal teknologi informasi. Berikut contoh proyek yang dapat ditangani oleh konsultan IT, antara lain:
  1. Menguji vulnerability sistem internet banking sebuah bank
  2. Membangun Sistem Baru
  3. Instalasi dan troubleshooting modul-modul ERP
  4. Menangani konversi database pelanggan ke server
  5. Pembuatan layanan could computing pada perusahaan
  6. Membangun atau maintenance jaringan
  7. Dan lain sebagainya
Tantangan Pada Bisnis Konsultan IT
Terdapat beberapa faktor yang dijadikan suatu tantangan untuk membangun bisnis di bidang konsultan IT. Faktor-faktor tantangan tersebut antara lain:
  1. Konsultan IT harus cepat tanggap terhadap perubahan teknologi yang berkembang baik dari segi hardware dan software.
  2. Harus mampu meningkatkan kualitas SDM untuk mengikuti perkembangan teknologi agar dapat bersaing dengan kompetitor lain
  3. Harus mampu mengumpulkan banyak portfolio agar terlihat performa kerja yang tingi dan sisi profesionalisme yang bagus dari calon segi klien. Banyaknya portfolio atau project yang pernah ditangani maka dapat mengundang calon klient akan mau bekerja sama dan menginginkan jasa konsultan IT tersebut.
Keahlian yang Dibutuhkan Seorang Konsultan IT
Dalam membangun bisnis di bidang konsultan IT dibutuhkan beberapa keahlian untuk dapat mendapatkan tujuan dan target sesuai dengan keuntungan bisnis konsultan yang akan dijalankan. Adapun keahlian dari konsultan IT antara lain:
  1. Berpengalaman dan menguasai berbagai macam proses bisnis enterprise atau jenis bisnis terentu 
  2. Menguasai teknologi IT secara luas
  3. Menguasai secara mendalam tentang solusi software yang direkomendasikan
  4. Menguasai penulisan dokumen dan komunikasi verbal dengan baik
Demikianlah postingan Fauzi Online mengenai materi Bisnis Konsultant IT. Bagi teman-teman pembaca setia Fauzi Online yang ingin memulai bisnis di bidan ini semoga sukses dan jangan patah semangat! 
Semoga bermanfaat.

Referensi:
URL: http://desainlogodesign.com/tips-memulai-bisnis-konsultan-yang-merubah-percaturan-dunia-usaha-1555.html.Diakses tanggal 20 Maret 2013.

Memulai Bisnis Software House

Postingan sebelumnya telah dibahas mengenai Aplikasi Bisnis Di Bidang Teknologi Informasi. Jenis bisnis tik di antaranya adalah Bisnis Software House. Kali ini Fauzi Online akan memaparkan mengenai materi Bisnis Software House.

Software house adalah sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang software development. Requirement yang dibutuhkan oleh sebuah software house adalah : sistem informasi ini mampu menangani beberapa aspek dasar dalam setiap perusahaan, diantaranya adalah kepegawaian, transaksi project, dan inventaris perusahaan.

bisnis software house
Bisnis Software House
Sumber Gambar (http://skysoft.co.id)
Bisnis software house adalah sekelompok orang atau individu atau perusahaan kecil yang melakukan bisnis dalam bidang pembuatan perangkat lunak (software) yang hasil produksinya bisa untuk client tertentu (seperti aplikasi intranet untuk sebuah company) , atau bersifat umum (seperti aplikasi untuk toko, apotik, rental mobil, dll) yang bisa digunakan oleh banyak client. Bisnis software house ini bisa menjadi campuran di dalam bisnis Konsultan IT. Software house itu sendiri di definisikan sebagai sekelompok orang atau individu atau perusahaan kecil yang melakukan bisnis dalam bidang pembuatan perangkat lunak (software). Produk yang dihasilkan bisa spesifik untuk client tertentu (seperti aplikasi marketing untuk sebuah perusahaan) , atau yg bersifat umum (seperti aplikasi untuk toko, supermarket, warnet, dll) yang bisa digunakan oleh banyak client.

Sumber Daya Manusia / SDM pada Software House dibedakan menjadi beberapa posisi yaitu:
  1. Manajer
  2. Programmer
  3. Desainer
  4. Database
  5. Administrator
  6. Dokumentator
Status pegawai juga dibedakan menjadi pegawai full time dan part time.
  1. Pegawai Full Time
    Pegawai full time memiliki waktu kerja 8 jam perhari dengan hari kerja Senin-Sabtu. Jadwal kerja untuk pegawai full time dibagi menjadi dua shift yaitu shift pagi dan shift malam. Bonus akan diberikan perbulan kepada pegawai yang menangani lebih dari satu project sekaligus.
  2. Pegawai Part Time
    Pegawai part time memiliki jam kerja minimal 100 jam perbulan dengan hari kerja yang fleksibel. Jika jam kerjanya kurang dari 100 jam perbulan, maka gaji pegawai tersebut dihitung dengan mengalikan jumlah jam kerja dengan gaji perjam pegawai tersebut sesuai dengan jabatannya.
Setiap project yang ditangani oleh perusahaan memiliki alokasi waktu, alokasi biaya, rentang waktu pelaksanaan, siapa saja yang terlibat dalam pelaksanaan project, dan customer karena nantinya hal ini berpengaruh pada kejelasan progress report dari setiap project. Ada tiga jenis project yang ditangani oleh perusahaan, antara lain:
  1. Software Development
    Software Development pihak customer dapat memilih paket yang disediakan oleh perusahaan yang terdiri dari pembuatan software aplikasi, tutorial dan maintenance. Namun pihak customer dapat tidak memilih paket tersebut yang berarti hanya memesan software aplikasi sehingga biaya yang dikenakan lebih murah.
  2. Tutorial
    Pada kategori Tutorial, hal yang menentukan adalah lamanya kegiatan tutorial dan jumlah peserta tutorial.
  3. Riset
    Kategori ini dilakukan ketika pegawai sedang idle (keadaan di mana pegawai tersebut sedang tidak menangani suatu project).
Inventaris perusahaan dibagi menjadi dua yaitu inventaris yang bersifat statis dan dinamis.
  1. Inventaris yang bersifat statis contohnya adalah kekayaan perusahaan seperti computer, lemari, meja, kendaraan bermotor, dll.
  2. Inventaris yang bersifat dinamis contohnya adalah hasil karya perusahaan dalam bentuk CD tutorial maupun program.
Kemudian selain itu ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam usaha bisnis software house ini:
  1. Marketing (pemasaran) merupakan kekuatan utama untuk mendapatkan banyak client.
  2. Kepuasan pelanggan (client) berkaitan dengan produk dan layanan yang diberikan oleh software house. Termasuk pula di sini keaktifan pihak customer support dalam mem-follow up si client pasca penyerahan produk.
  3. Developer team (tim pengembang) yang handal: yakni para programmer yang ada di balik suatu produk/aplikasi. Dari tangan mereka lah, sebuah produk handal dihasilkan.
Demikianlah postingan mengenai bisis software house. Bagi teman-teman pembaca setia Fauzi Online yang berminat untuk membangun bisnis IT ini semoga sukses. Semoga Bermanfaat.

Referensi: http://www.sentrakukm.com/skim2/index.php/skemaUsaha/50, Diakses tanggal 20 Maret 2013.

Aplikasi Bisnis Teknologi Informasi

Mata kuliah ini berjudul Aplikasi Bisnis Teknologi Informasi dengan dosen pengajar bernama Ibu Dyah Nur'aeningsih, materi yang diajarkan tentunya sangat berbeda dengan mata kuliah Pemrograman Berbasis Web yang membahas mengenai Tutorial HTML Cara Membuat CV Online. Sebelum di mulai menjelaskan mengenai materi alangkah baiknya teman-teman melonggarkan otot pipi untuk tertawa sejenak dengan membaca postingan Jokes Programmer Boleh Merokok.

Materi pertama yang kita pelajari adalah perkembangan bisnis TIK di era masa kini. Berikut ulasan dari materi yang Fauzi Online pelajari.

Teknologi Informasi dan Komunikasi
Istilah teknologi informasi mulai populer di akhir tahun 70-an. Pada masa sebelumnya istilah teknologi informasi biasa disebut teknologi komputer atau pengolahan data elektronis (electronic data processing).Teknologi informasi didefinisikan sebagai teknologi pengolahan dan penyebaran data menggunakan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software), komputer, komunikasi, dan elektronik digital.

Kilas-Balik Perkembangan TIK
Membicarakan perkembangan TIK dan globalisasi ekonomi ibarat membicarakan dua sisi dari sebuah koin tunggal; keduanya menggambarkan dua karakteristik penting perkembangan kemasyarakatan di penghujung abad ke-20. Munculnya gagasan tentang information society ataupun knowledge-based society memperlihatkan adanya upaya untuk melihat kedua sisi koin tersebut secara serentak. Bentuk awal telekomunikasi berskala nasional adalah telegrap. Teknologi berbasis kabel (wire-based technology) ini menyediakan pondasi bagi perkembangan jejaring telepon, yang pada gilirannya menjangkau bagian yang lebih luas dari permukaan Bumi. Dengan penggunaan teknologi kabel lintas-lautan (transoceanic cables), berbagai wilayah yang terpisah oleh laut menjadi terhubungkan menjelang akhir 1900.

Meningkatnya permintaan dari sektor bisnis akan sarana untuk mengontrol informasi, khususnya yang terkait dengan kegiatan produksi dan distribusi, menjadi pemacu utama pengembangan aplikasi dari telematika (telematics). Di awal perkembangannya (seabad yang lalu), aplikasi-aplikasi ini didorong oleh kebutuhan-kebutuhan di sektor bisnis, seperti computer-aided design (CAD), remote sensing devices, management information systems, dan data bases. Tetapi baru pada era 1960-an teknologi komputer dan teknologi elektronik melebur dengan teknologi broadcasting dan telekomunikasi berbasis kabel. Inovasi yang berlangsung secara masif berlangsung dalam 25 tahun terakhir, sejak 1970-an, di mana kabel tembaga mulai diganti dengan kabel serat optik, satelit dan teknologi nir-kabel lainnya, seperti microwave dan seluler. Pada periode yang sama, teknologi komputer berevolusi dari sebatas wordprocessing dan accounting menjangkau image dan graphic processing, yang membutuhkan penyimpanan dan pengolahan data dalam kapasitas yang sangat besar. Dan secara fisis komputer berevolusi dari berukuran sebesar sebuah ruang tamu sampai menjadi perangkat yang portabel dan personal.

Kemampuan yang sangat tinggi untuk mengirim dan menerima data dan citra, selain suara, meleburkan kedua jenis teknologi tersebut menjadi yang kini lazim disebut information and communication technology (ICT), atau teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Internet dan World Wide Web (WWW) menjadi wujud utama peleburan kedua jenis teknologi. Dan industri TIK hari ini merupakan kombinasi dari sekurang-kurangnya empat jenis industri: industri komputer, industri komunikasi, industri perangkat lunak, dan industri hiburan.

Teknologi Informasi dan Komunikasi Bagi Dunia Bisnis
aplikasi bisnis bidang tik
Aplikasi Bisnis Teknologi Informasi
Sumber Gambar (http://google.co.id)
Pemanfaatan TIK di Sektor Bisnis Bagi dunia bisnis, jejaring telekomunikasi awalnya digunakan seperti halnya jejaring listrik, distribusi air, dan jejaring utilitas lain. Ini merupakan sumber yang penting, tetapi dulu perusahaan memiliki pengaruh yang kecil. Perusahaan-perusahaan memiliki pilihan yang terbatas atas layanan yang diperoleh dari penyediaan layanan yang dikelola secara monopoli. Hari ini, para pengguna korporat meletakkan bersama keseluruhan jejaring di bawah kontrol mereka, memotong-pintas jejaring publik sebagian atau seenuhnya. Deregulation dan teknologi digital baru telah mengizinkan perusahaan untuk secara sadar merancang dan mengoperasikan jejaring telekomunikasi internal dan privat untuk meningkatkan posisi kompetitif mereka. Apa yang dulunya merupakan biaya untuk menjalankan bisnis, sekarang menjadi sumber keuntungan kompetitif. Layanan TIK sekarang digunakan oleh semua sektor ekonomik, mulai dari pertambangan dan pertanian sampai layanan finansial, manufaktur dan kepariwisataan.

Jejaring privat ini hadir di semua industri global, di mana perusahaan multinasional menjadi perusahaan jejaring. Para pengguna bisnis berskala besar memiliki kebutuhan akan sistem yang cost-effective, leluasa, aman, automated, terpadu dan terandalkan. Jika para penyedia layanan lokal tidak dapat memenuhi kebutuhan ini, dengan biaya yang masuk akal, perusahaan-perusahaan besar memiliki pilihan untuk mengembangkan sendiri jejaring privat. Perusahaan multinasional telah dapat mengkoordinasikan produksi dan marketing dengan sistem komunikasi berbasis satelit dengan kapabilitas video-conferencing, untuk tujuan mengkoordinasikan pengembangan produk dan disain manufaktur.

Perusahaan-perusahaan kecil lebih terbatas kemampuannya untuk mengembangkan jejaring TIK sendiri ataupun untuk menyewa, karena besarnya biaya. Ini menjadi pilihan yang ekonomik hanya jika organisasi tersebut cukup besar untuk menimbulkan cukup trafik untuk menghasilkan penghematan. Oleh karena ini, perusahaan-perusahaan global merupakan pihak-pihak yang pertama yang mengadopsi TIK baru. Sektor-sektor yang sangat bergantung pada TIK mencakup, antara lain perusahaan-perusahaan layanan finansial. Pada ruang lingkup yang lebih luas, sebagai contoh pada lingkungan bisnis, kehadiran teknologi informasi mulai disadari dapat menghadirkan berbagai solusi yang dapat membantu proses bisnis yang ada. Departemen TI pada sebuah perusahaan mulai dibangun dan secara konstan diminta untuk mengembangkan suatu layanan, mengembangkan suatu sistem, dan mengoptimalkan efesiensi bisnis berbasis teknologi informasi.

Komunikasi Bisnis dengan Peranan Teknologi Informasi dan Komunikasi Komunikasi adalah suatu proses penyampaian dan penerimaan pesan atau informasi diantara dua orang atau lebih dengan harapan terjadinya pengaruh yang positif atau menimbulkan efek tertentu yang diharapkan. Komunikasi adalah persepsi dan apresiasi Persaingan yang keras dalam dunia bisnis tentunya sangat membutuhkan suatu perusahaan yang dapat menangani akan hal itu diberbagai situasi yang menantang. Semua bisnis tentunya juga membutuhkan semua informasi yang sangat aktual, cepat dan dapat dipercaya, yang mana bisa semua permasalahan tersebut hanya bisa diselesaikan melalui Teknologi Informasi dan Komunikasi ( ICT ) Pergerakan bisnis yang semakin cepat menuntut komunikasi (suara, data dan informasi) yang lebih lebih cepat guna mempertahankan pelanggan, pemasok, dan, bahkan, dalam menghadapi persaingan.

Jenis-Jenis Bisnis Di Bidang TIK
Ada berbagai macam bisnis saat ini yang bergerak pada bidang TIK. Bidang bisnis tersbeut antara lain:
  1. Software House
  2. Konsultant IT
  3. E-Commerce
Masing-masing jenis bisnis di bidang TIK di atas akan diulas secara mendalam pada postingan Fauzi Online berikutnya. Mohon doanya saja yah, Semoga bermanfaat. Jangan lupa silahkan kunjungi iklan yang terdapat ada samping postingan ini. Semoga Bermanfaat.  Terimakasih. Salam Fauzi Online.

Referensi:
http://internetsehat188.blogspot.com/2012/12/pemanfaatan-tik-di-bidang-bisnis.html, Diakses tanggal 21 Maret 2012.

Middleware Merupakan Software

Middleware Merupakan Software

Middleware merupakan software yang menghubungkan bagian-bagian berbeda pada sebuah aplikasi atau rangkaian aplikasi. Middleware dapat diumpamakan menjadi beberapa bentuk, pertama middleware sebagai semacam lem yang menyatukan sebuah jaringan dan komputer-komputer yang terhubung di dalamnya.

Sebuah Aplikasi Tunggal
Middleware dapat berupa sebuah aplikasi tunggal, atau dapat berupa keseluruhan server guna mendukung operasional aplikasi dalam lingkungan jaringan terdistribusi, termasuk web servers, application servers, content management systems, dan perkakas sejenis yang menopang pengembangan. Kedua middleware sebagai sebuah perangkat adapter (adapter device) yang dapat dijalankan dari sebuah printer baru ke sebuah komputer lama alias jadul. Adapter, atau middleware, menghubungkan dua perangkat, memungkinkan komunikasi di antaranya dan juga fungsionalitasnya.

Termasuk Software Lapisan Konversi
Selain itu middleware merupakan sebuah software / perangkat lunak yang dapat digunakan untuk menerjemahkan dan lapisan konversi. Middleware juga dapat digunakan sebagai consolidator dan integrator sehingga dapat menghubungkan dua program atau aplikasi yang sudah ada.

Screen Shoot
 
Skema Middleware Sebagai Software
Tampilan Skema Middleware Sebagai Software

Diantara Lapisan Aplikasi

Jadi bisa disimpulkan Middleware adalah sebuah aplikasi yang secara logic berada diantara lapisan aplikasi (application layer) dan lapisan data dari sebuah arsitektur layer-layer TCP/IP. Middleware bisa juga disebut protokol. Protokol komunikasi middleware mendukung layanan komunikasi aras tinggi. Biasanya program middleware menyediakan layanan pesan (messaging services) sehingga aplikasi-aplikasi yang berbeda-beda itu dapat berkomunikasi.

Tujuan Layanan Middleware
Tujuan utama dari layanan middleware adalah untuk membantu memecahkan interkoneksi beberapa aplikasi dan masalah interoperabilitas. Sistem middleware mengikat aplikasi-aplikasi yang terpisah. Bukti lain jikalau middleware merupakan Software adalah terdapatnya layanan-layanan pada middleware, khususnya layanan aplikasi (application). Berikut adalah layanan-layanan tersebut :
  1. Layanan Sistem Terdistribusi Komunikasi kritis, program-to-program, dan layanan manajemen data. RPC, MOM (Message Oriented Middleware) dan ORB.
  2. Layanan Application Akses ke layanan terdistribusi dan jaringan. Yang termasuk layanan application adalah TP (transaction processing) monitor dan layanan database, seperti Structured Query Language (SQL).
  3. Layanan Manajemen Middleware Memungkinkan aplikasi dan fungsi dimonitor secara terus menerus untuk meyakinkan unjuk kerja yang optimal pada lingkungan terdistribusi. Misalnya :
    • Database Middleware Database middleware menyediakan antarmuka antara sebuah query dengan beberapa database yang terdistribusi. Menggunakan, baik arsitektur hub and spoke atau arsitektur terdistribusi, memungkinkan data untuk digabungkan dari beberapa sumber data yang berbeda atau terpisah. Database middleware yang paling umum digunakan adalah ODBC (Open DataBase Connectivity) yang diimplementasikan pada Microsoft Visual Basic.
    • Messaging Middleware Messaging middleware merupakan sebuah antarmuka dan transportasi antar aplikasi. Sama seperti sistem messaging email, kecuali messaging middlewaredigunakan untuk mengirim data antar aplikasi. 
Sekian Review mengenai middleware yang terungkap dan dijelaskan secara lengkap oleh Fauzi Online jika Middleware merupakan software.

Referensi:
http://dee-x-cisadane.webs.com/apps/blog/show/23121227-middleware-merupakan-software, Diakses Tanggal 13 Maret 2013,

Rancangan Penelitian Adalah Postingan Fauzi Online yang Paling Direkomendasikan untuk Dibaca. Silahkan... 

Laporan IT Audit ILAB Gunadarma

Laporan IT Audit ILAB Pada Universitas Gunadarma

Laporan ini hanya untuk tugas yang diberikan oleh dosen Mata Kuliah Sistem Informasi yaitu analisis kinerja sistem. Ibu Lintang Yuniar Banowosari saat itu memberikan Fauzi Online tugas yang cukup menyulitkan karena pada V-class nya mahasiswa harus membuat laporan tentang Kasus IT Audit dan IT Forensic pada suatu organisasi. Terpikir lah langsung oleh saya untuk mengaudit secara kasat mata dan awang-awang untuk membuat laporan audit IT pada ILAB.

Pendahuluan Pentingnya Laporan IT Audit
Salah satu faktor kesuksesan sebuah organisasi adalah efektivitas manajemen informasi dan teknologi informasi pendukungnya. Beberapa alasannya adalah sebagai berikut:
  1. Bertambahnya tingkat ketergantungan organisasi terhadap informasi dan sistem yang digunakan untuk memanajemen dan mengkomunikasikan informasi tersebut.
  2. Berkembangnya ancaman dunia kejahatan cyber seperti ancaman jaringan internet dan pemalsuan informasi.
  3. Meningkatnya investasi dalam pengelolaan dan pengembangan sistem informasi dan akan terus meningkat di masa mendatang.
  4. Teknologi berpotensi merubah kondisi organisasi secara radikal dan sekaligus memberikan peluang untuk menjawab berbagai permasalahan dan mereduksi biaya operasional. 
Kini informasi telah menjadi salah satu aset organisasi yang bersifat dinamis, sejalan dengan berkembangnya perangkat aplikasi teknologi informasi yang menjadi unsur pendukung utama bagi yang diperlukan. Saat ini banyak organisasi yang memiliki ketergantungan terhadap informasi elektronis dan sistem teknologi informasi. Keadaan ini, mendorong organisasi untuk mengadaptasi berbagai perubahan dan perkembangan teknologi Informasi.

Laporan IT Audit ILAB Pada Universitas Gunadarma
Laporan IT Audit ILAB Pada Universitas Gunadarma
Untuk memastikan bagaimana kontribusi manajemen teknologi informasi terhadap obyektif bisnis organisasi, sebuah organisasi perlu melakukan evaluasi dan audit terhadap efektivitas teknologi informasi yang digunakan. Berkenaan dengan proses evaluasi dan audit manajemen teknologi informasi, COBBIT (Control Objectives for Information and related Technology) merupakan pilihan terbaik sebagai metode kerja proses evaluasi dan audit di atas.

Tujuan IT Audit
Agar dapat mengadaptasikan berbagai perubahan dan arah pengembangan teknologi informasi ke depan, Integrated Laboratory perlu mengetahui bagaimana kondisi implementasi teknologi informasi saat ini sehingga memudahkan untuk melakukan perencanaan pengembangan teknologi informasi yang akan datang. Menjalankan audit manajemen teknologi informasi untuk mengetahui kondisi saat ini akan sangat membantu Integrated Laboratory untuk memverifikasi bagaimana implementasi teknologi informasi selama ini dilakukan.

Metodologi IT Audit
Cobit menyediakan metode dan prosedur untuk melakukan proses audit dalam bentuk Cobit Framework. Berdasarkan framework yang telah tersedia, metodologi yang digunakan untuk melakukan audit adalah sebagai berikut:
  1. Dalam kasus ini assessment akan berfokus dilakukan terhadap sumberdaya TI manusia atau SDM atau Asisten Lab.
  2. Material assessment, termasuk dalam hal ini adalah daftar pertanyaan berdasarkan standar dan struktur Cobit. Materi assessment terdiri atas 4 domain: Planning & Organization (PO), Acquisition & Implementation (AI), Delivery & Support (DS) dan Monitoring (M).
  3. Audit akan didasarkan berdasarkan fakta-fakta yang ada. Berdasarkan fakta-fakta yang ditemukan, tim konsultan melakukan analisa tingkat efektivitas dan efisiensi dari manajemen teknologi informasi. 
Hasil IT Audit
Setelah proses audit itu sendiri telah selesai dan didapatkan beberapa evaluasi dan tahap – tahap yang berkelanjutan, maka auditor beropini bahwa proses audit yang dilakukan telah selesai dan menyimpulkan bahwa ILab telah menerapkan kualitas serta ketepatan management system terhadap beberapa bagian yang penting khususnya bagian SDM, diketahui dengan adanya beberapa document dengan data – data valid yang dapat dipertanggungjawabkan keasliannya.

Namun tidak semua proses yang ada dalam cobit sesuai dengan kondisi ILab, hal ini dikarenaakan Ilab tidak berarti tidak lengkap , namun berarti ILab merasa beberapa hal dalam proses tidak lah perlu untuk melengkapi dengan hal – hal yang dirasa belum atau tidak dibutuhkan beberapa saat ini. Untuk itu, dari keseluruhan hasil audit , maka didapat hasil tiap prosesnya sebagai berikut :
  1. PO1 Define a Strategic Plan : Level Yang didapat : 4
  2. PO3 Determine Technology Direction : Level Yang didapat : 3
  3. PO4 Define The IT Processes, Organisation and Relationship:Level Yang didapat : 3
  4. PO6 Communicate Management Aims and Direction: Level Yang didapat : 2
  5. PO7 Manage Human Resources: Level Yang didapat : 4
  6. PO9 Manage Quality : Level Yang didapat : 4
  7. DS7 Educate Train User : Level Yang didapat : 4
  8. DS9 Manage The Configuration : Level Yang didapat : 3 
Namun secara rata – rata maka penilaian atas kompetensi dan penilaian atas hal yang diaudit pada ILab memiliki level 4, dikarenakan banyaknya dan ketersediaan serta kesadaran management terhadap kebutuhan teknologi informasi tanpa memaksakan fasilitas yang dirasa nilainya tidak terlalu dibutuhkan.

Rekomendasi Bersama IT AUdit ILAB Pada Universitas Gunadarma
Untuk meningkatkan posisi kematangan ILAB dari level repeatable sehingga mampu setara atau bahkan mengungguli laboratorium berbasis internasional maka ILAB harus membenahi dahulu mengenai perangkat koneksi jaringan yang ada di lab. Dengan adanya perangkat koneksi jaringan yang memadai, ILAB dapat berharap agar konsep dan target praktikum berbasis Integrated dapat berjalan sesuai dengan semestinya dan sesuai dengan tujuan ILAB. Selain itu, perangkat jaringan koneksi ini harus selaras dengan perkembangan teknologi dan maintanance secara berkala.

Demikianlah review singkat jelas dan padat dari tugas VClass AKS yaitu tugas laporan tentang Kasus IT Audit dan IT Forensic pada suatu organisasi. Semoga Bermanfaat.

Referensi:
http:// lintang.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/23256/IT_audit.pdf , Diakses tanggal 12 Maret 2013

Rancangan Penelitian Adalah Postingan Fauzi Online yang Paling Direkomendasikan untuk Dibaca. Silahkan...